Kota Pariwisata dan Laskar Mataram

Jogjakarta, kota kerinduan, dimana orang yang merantau selalu menunggu waktu pulang dan daya tarik wisatawan untuk datang. Suasana yg eksotis dan romantis. Tempat tempat sakral yang berbumbu mistis, hingga nuansa alam yang keren abis.

Sudah bukan rahasia umum, jika Jogjakarta sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di Indonesia bahkan mancanegara. Tugu sebagai icon kota wisata. Kraton sebagai simbol kekuasaan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat. Serta Laut Selatan sebagai “pintu gerbang sebelah belakang” Jogja.

Tidak habis dalam sehari jika anda ingin berkunjung ke tempat2 wisata Jogja. Review sedikit dari utara Sleman menawarkan merapi dan ribuan candi. Kota Jogja punya Maliobro dan Kasultanan. Bantul dengan pantai pasir hitam, Kulonprogo berhias wisata pegunungan. Serta gunungkidul tentang wisata air, walang dan hamparan pantai pasir putih. Semua tempat penuh makna, cerita dan nilai sejarah.

Nah, berbicara nilai sejarah, topik beralih ke sepakbola. Mungkin hal ini bisa disebut wisata yang sedikit anti-mainstream bagi anda wisatawan. Yaa, Jogjakarta, kota kelahiran PSSI, yang juga memiliki klub kebanggaan tersendiri, klub yang sudah aral melintang di pesepakbolaan Indonesia sejak tahun 1929. Laskar mataram, walaupun namanya kini sedikit meredup, tapi tak menyurutkan anak muda Jogjakarta untuk berbondong-bondong menuju stadion, berbalut rasa optimisme menggelorakan akan kembalinya kejayaan masa lalu. Permainan atraktif, semangat talenta “Muda Bisa Bikin Bangga”, dan diakhiri dengan ritual anthem #AYDK. Jadi tunggu apa lagi para pelancong, turunkan tas rancelmu sejenak, ajak sanak sodara dan kolega, rasakan gemuruh stadion Mandala Krida Yogyakarta (atau stadion Sultan Agung, untuk sementara).


Ditulis oleh Syahrul Raka

Leave a Reply

%d bloggers like this: