Bendera Sebagai Simbol Harga Diri

Apa yang kalian pikirkan jika mendengar kata bendera? Mungkin berkutat pada upacara hari senin atau peringatan 17 agustus.

Supaya lebih mendalam, kita cari tahu asal usul bendera. Bendera yang bisa juga disebut panji atau pataka sudah sejak zaman Persia dan Tiongkok digunakan sebagai penanda pasukan perang. Bendera juga digunakan sebagai simbol dari kelompok masing masing kubu/pasukan. Contoh saja Kekaisaran Romawi dengan simbol elang dan daratan Tiongkok yang biasa menggunakan simbol naga.

(© wikipedia.org)

Berlanjut ke bidang agama, penyebaran ajaran agama tidak selalu melalui dakwah. Terkadang cara-cara seperti perang juga digunakan, dimana simbol-simbol agama seringkali digunakan sebagai bendera. Ketika masa Perang Salib, seperti yang digambarkan pada film The Kingdom of Heaven, kedua kubu membawa panji-panji kebesaran agama masing-masing, Jerusalem dengan bendera Salib Merah seperti yang dibawa oleh para Ksatria Templar atau pasukan Salahuddin al-Ayyubi dengan panji-panji lafadz Allah SWT dan syahadattain.

Beralih ketika peradaban dunia sudah melewati masa-masa perang berlatar agama, bendera beralih digunakan sebagai lambang negara untuk menunjukan kedaulatannya. Denmark mengawali di abad ke 13 dilanjut negara lainnya.

Senada dengan hal tersebut, sama halnya didunia sepakbola. Seluruh klub sepakbola lazimnya memiliki simbol/ bendera dan suporter sering menggunakannya didalam stadion. Contoh saja fans salah satu klub London (Chelsea) yang sering mengibarkan ribuan bendera berukuran sedang untuk menyemangati klub ataupun suporter di Italia yang identik dengan giant flag berjejer di tribun belakang gawang dan di kibarkan untuk menggemuruhkan tribun.

(© onechelsea.net)

Nah berbicara tentang sepakbola lokal, apasih gambaran arti bendera di sepakbola Yogyakarta? Ada hal unik pada klub dengan jersey yang identik batik parang berwarna biru. Para pemain dan stakeholder PSIM Yogyakarta melakukan hal yang di-sakral-kan tim yaitu mencium bendera berlogo klub berjuluk Laskar Mataram tersebut.  Satu per satu pemain dan staff pelatih PSIM mencium bendera yang biasanya akan dibawa oleh official tim saat akan memasuki lapangan di setiap laga. Hal ini dimaksudkan agar punggawa PSIM bermain dengan sungguh-sungguh dan dapat meresapi arti “demi lambang tugu di dada”. Istimewa!

(© Brajamusti Official Media)

Berbeda dengan tim, bendera juga mempunyai cerita tersendiri bagi suporter PSIM. Jika bendera diarak “digobat-gabitke” ke stadion ataupun dibawa saat awayday mungkin hal yang sudah lazim dilakukan oleh suporter manapun. Hal lain yang menjadi poin plus yang dilakukan suporter PSIM & masyarakat Jogja adalah memasang bendera di setiap sudut Daerah Istimewa Yogyakarta. Hal ini unik dan jarang ditemui di daerah lain.

Sebenarnya tujuannya apasih? Hal pertama tentunya untuk menebarkan virus bangga PSIM kepada masyarakat umum atau wisatawan yang datang. Seperti apa yang dilakukan laskar Paskas yang memasang bendera PSIM tidak jauh dari tugu Jogja, ataupun laskar Putra Mandala yang memasang bendera biru sepanjang pagar utara stadion Mandala Krida.

(© Twitter @Putra_Mandala29)

Kedua, untuk memperlihatkan daerah teritorial laskar agar saling mengenal dan berkordinasi satu sama lain. Contohnya bendera laskar Blueface di sekitar Wirobrajan, Dalijo di sekitar Bugisan, Sultan di Jalan Wonosari dan laskar-laskar lain tentunya.

(© Twitter @BM_PejahGesang)

Ketiga tentunya kedaulatan atau pengakuan. Daerah kekuasaan, rasa percaya diri dan harga diri dihadapan kelompok lain bisa diekspresikan melalui bendera. Bagaimana gagahnya bendera Laskar Mataram di Godean yang dipasang oleh BMPG, lalu bendera besar yang pernah dipasang di gerbang Jalan Solo oleh BYPAZ, dan juga belasan kain biru terpasang sepanjang Jalan Purworejo-Yogyakarta oleh BMPC (Purworejo City), serta di tempat-tempat lain yang tidak bisa kami tulis satu persatu.

Kompetisi akan segera bergulir, mari sambut kebanggaan kita yang akan kembali berlaga. Tegakkan bendera, mural tembok disetiap sudut kota dan jangan lupa tuangkan air perdamaian bersama kawan sefirma 🍻cheeerrs

Ditulis oleh Redaksi Yodab! (SK)

Sumber gambar: Wikipedia.org,  onechelsea.net, Instagram @Brajamusti_YK, Twitter @Putra_Mandala29 &  @BM_PejahGesang

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: