Tiket Terusan, Wacana Yang “Worth to Try”

Artikel ini juga dimuat di Fortuna Zine

Tiket pertandingan PSIM musim 2015-2016

Hampir di setiap awal musim tim-tim di Indonesia selalu menghadapi masalah yang sama, masalah klasik yang terus berulang, yaitu masalah pendanaan. Kebanyakan tim di Indonesia tidak memiliki modal untuk memulai persiapan timnya, hal ini berimbas pada persiapan tim yang tidak maksimal. PSIM sebagai tim eks Perserikatan juga tidak lepas dari permasalahan diatas. Beberapa waktu lalu sempat hangat wacana untuk memberlakukan tiket terusan, hal ini sebenarnya pernah dicoba oleh manajemen PSIM pada musim 2008. Saat itu, tiket terusan coba diterapkan oleh manajemen Laskar Mataram untuk memenuhi pendanaan pada musim 2008 karena sokongan dana APBD yang di pangkas. Sayangnya animo penonton yang menurun pada tahun itu, menyebabkan penjualan tiket terusan sangat minim. Lalu, jika wacana tiket terusan ini benar-benar diwujudkan musim ini, apakah akan menjadi langkah yang realistis bagi PSIM?

Tiket terusan atau season ticket sangat umum dijumpai pada tim di liga-liga Eropa. Penulis sendiri tidak tahu persis kapan tiket terusan pertama kali diberlakukan. Namun pada musim 1986-1987, AC Milan pernah mencatatkan penjualan tiket terusan yang terjual lebih dari 65.000 lembar. Di Bundesliga, tiket terusan menjadi hal yang sangat diburu oleh fans. Sebagai contoh di awal musim 2016/2017 ini, ada 54.916 fans Borussia Dortmund yang membeli kembali tiket terusannya. Di Premier League, tiket terusan sudah menjadi komoditas bagi klub untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya dari fans. Harga tiket terusan termurah Liga Inggris adalah sebesar Rp 5,7 juta yang dijual oleh Stoke City, sementara fans Arsenal bisa merogoh kocek hingga Rp 39 juta untuk membeli tiket terusan termahal di negeri Ratu Elizabeth ini.

Kenapa tiket terusan begitu diburu oleh fans? Selain karena tiket adalah komponen utama yang dibutuhkan fans untuk mendukung tim kebanggaannya, juga karena banyaknya fasilitas dan keuntungan yang akan diperoleh untuk pembelian tiket terusan pada setiap musimnya. Fans Dortmund, yang setiap kali bermain kandang hampir selalu sold out, tidak perlu lagi cemas kehabisan tiket. Sementara fans Arsenal, tidak perlu takut kursi favoritnya ketika menyaksikan The Gunners diambil orang lain, karena ia telah mem-booking-nya selama satu musim penuh.

Kursi stadion dengan nama pemegang tiket terusan (© arsenal.com)

Contoh paling baru adalah Parma. Tim yang baru saja “hidup kembali” ini memberikan fasilitas berupa akses ke seluruh pertandingan Parma termasuk laga cup dan persahabatan untuk harga 1.015 Euro yang dibayarkan fans mereka. Selain itu, pembeli tiket terusan Parma juga mendapatkan diskon 20% untuk setiap pembelian merchandise resmi klub, sebuah kaus edisi spesial, tiket gratis untuk pertandingan tim junior dan parkir gratis di Stadion Ennio Tardini, kandang Parma.

Di Indonesia, tiket terusan merupakan barang yang masih sangat baru dan sepertinya akan menjadi pilihan bagi beberapa klub untuk mencari sumber pendanaan awal. Madura United telah merilis di situs resminya mengenai rencana penjualan tiket terusan. Manajemen tim Madura United berencana menjual tiket terusan ini dengan system berjenjang, 3-6-12-17, dalam hal ini supporter tim asal Pulau Madura ini dapat membeli 3 tiket laga home, 6 tiket laga home, dan seterusnya. Dengan harga yang lebih murah, jaminan untuk selalu mendapatkan tiket pertandingan, dan untuk VVIP jaminan untuk selalu mendapatkan tempat duduk, apabila tidak mendapatkan tempat duduk tiket langsung diganti tunai oleh manajemen (sudah ada penomoran kursi pada tribun VVIP).

Penonton atau supporter yang membeli tiket musiman Madura United secara penuh (17 laga home), bahkan mendapatkan Free bonus jersey original Madura United. Dan ketika Madura United terkena hukuman laga usiran, tiket terusan akan tetap berlaku. Sedangkan apabila mendapatkan hukuman laga tanpa penonton, tiket akan dikembalikan tunai menyesuaikan berapa kali laga hukuman.

PSIS Semarang malah sudah melangkah sangat jauh dibanding klub-klub lain di Indonesia untuk masalah tiket terusan. Mahesa Jenar telah melakukan penjualan tiket terusan yang terbagi dalam 2 ketegori, Gold seharga Rp 500 ribu dan Blue yang dibanderol Rp 300 ribu. Keuntungan pembelian tiket terusan tim kebanggaan Semarang ini adalah mendapatkan harga akumulasi tiket yang lebih murah, selain itu tiket terusan tidak hanya berlaku saat pertandingan resmi di Liga, tetapi juga di laga persahabatan. Sistem penggunaan tiket terusan PSIS ini juga memberikan sentuhan teknologi modern di persepakbolaan Indonesia, dimana pada kartu tiket terusan terdapat semacam barcode yang akan di-scan ketika penonton memasuki tribun. Hal ini sekaligus meminimalisisr calo tiket yang sangat merajalela di Indonesia. “Misi utama penjualan tiket terusan ini adalah meningkatkan antusiasme penonton umum untuk menonton PSIS. Selain itu juga untuk menciptakan keterikatan antara suporter dengan klub” ungkap Mbutux, salah satu supporter PSIS.

(© Wareng “Panser Biru”)

Tetapi terbatasnya fasilitas stadion di Indonesia menjadi kendala pemberlakuan tiket terusan. Sangat sedikit stadion di Indonesia yang memiliki sistem penomoran kursi (atau bahkan tidak ada kursi sama sekali!), sehingga pemberian tempat duduk untuk satu orang yang sama dalam satu musim penuh hampir mustahil dilakukan. Belum lagi jadwal yang tidak pasti serta adanya potensi pertandingan usiran atau bahkan laga tanpa penonton. Oleh sebab itu, jika tiket terusan diberlakukan di Indonesia, harus disiapkan terms and condition yang tidak merugikan baik untuk klub maupun penonton.

Lalu, bagaimana tentang wacana PSIM memberlakukan tiket terusan? Dalam pandangan penulis, hal ini merupakan suatu terobosan yang patut untuk dicoba. Jika format liga masih sama seperti musim lalu, maka PSIM setidaknya akan memiliki 7 pertandingan kandang. Bila harga tiket PSIM tidak naik, maka harga tiket terusan PSIM untuk tribun tertutup sebaiknya tidak lebih Rp 350 ribu untuk VIP dan sekitar Rp 200 ribu untuk tribun tertutup agar harganya lebih murah dari akumulasi tiket dari harga pay per view. Sebagai contoh harga tiket terusan Gold PSIS adalah Rp 500.000, dengan harga normal sebesar Rp 100.000 per pertandingan, penonton tribun VIP akan menghabiskan total uang sebesar Rp 700.000 untuk menonton pertandingan kandang PSIS selama satu musim penuh, lebih mahal 200 ribu dari yang dibayarkan pembeli tiket terusan. Selain itu, manajemen PSIM mungkin bisa memberikan potongan harga untuk pembelian jersey original atau pernak-pernik lain di toko resmi klub.

Namun yang lebih penting adalah adanya jaminan kepastian venue kandang PSIM, mengingat hingga saat ini kita masih belum tahu dimana PSIM akan berlaga musim depan, serta tidak lupa jangan sampai terjadi lagi perizinan untuk pertandingan kandang tidak turun dari pihak berwenang, karena itu jelas sangat amat merugikan apabila menggunakan system tiket terusan seperti ini.

Apapun itu, jika untuk kebaikan dan kemajuan tim tidak ada salahnya untuk dicoba.

Ditulis oleh Redaksi Yodab! (DAZ) berkolaborasi dengan Fortuna Zine

Tautan:

Paul Ginsborg, 2005, Silvio Berlusconi: Television, Power, and Patrimony, London: Verso. (Google Books), BVB.deBBC.comFootball-Italia.netPanditFootball.com

Satu tanggapan untuk “Tiket Terusan, Wacana Yang “Worth to Try”

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: