Mengawal Liga-2 Indonesia 2017

Baru-baru ini terdengar kabar yang kurang menyenangkan bagi seluruh penggemar sepakbola lokal di Indonesia, kick-off kompetisi musim 2017 ini diundur. Belum adanya kepastian kapan kompetisi akan bergulir tentunya menghambat persiapan dari tim-tim peserta, mengingat manajemen dari setiap klub sudah mempersiapkan segalanya, baik dari pembentukan tim pelatih, berburu pemain, menjalin kerja sama dengan pihak ketiga dan lain-lain. Tak terkecuali PSIM yang sudah sejak pertengahan Januari lalu melakukan pembentukan tim. Laskar Mataram musim ini akan bermodalkan pemain-pemain yang sebelumnya telah membela PSIM di kompetisi ISC-B yang lalu dan tetap ditukangi oleh Coach Erwan Hendarwanto. Pelatih yang berhasil membawa pemuda-pemuda kebanggan Jogja lolos ke babak 16 besar. Selain itu,manajemen juga menambah amunisi pemain-pemain luar daerah yang sudah cukup “punya nama” seperti Andi Kurniawan dan Dicky Prayoga, serta beberapa pemain baru lain berusia dibawah 25 tahun yang patut kita tunggu penampilannya. Yang menarik, musim ini Coach Erwan juga akan ditemani oleh Ananto Nurhani yang merupakan mantan pelatih Popwil DIY untuk meracik komposisi terbaik squad Laskar Mataram.

Dari sisi non-teknis, angin segar terhembus dari manajemen PSIM setelah dikabarkan berhasil menggaet 2 sponsor untuk musim ini.  Apparel Kelme yang sebelumnya telah menjadi kit sponsor pada kompetisis ISC yag lalu  sepakat untuk menyokong PSIM kembali musim ini. Selain itu logo Bank Jogja juga disebut bakal terpampang pada jersey bagian belakan PSIM. Meskipun dengan berbagai keterbatasan, persiapan PSIM terus digenjot agar dapat menampilkan performa maksimal pada kompetisi nanti. Suporter-pun tak kalah antusias untuk mengawal persiapan tim, terbukti dengan selalu ramainya penonton yang hadir pada setiap sesi latihan PSIM.

Kemudian bagaimana dengan pendukung PSIM saat ini?

Suasana latih-tanding PSIM

PSIM merupakan tim dengan basis massa yang relatif besar dan sangat fanatik, terbukti dari pertandingan away di Cilacap tahun lalu yang berhasil menyedot animo lebih dari 7000 pendukung PSIM untuk hadir langsung di Stadion Wijayakusuma. Meski sempat menjadi sorotan karena insiden yang terjadi pada pertandingan babak 16 besar sebelumnya, namun para Pandemen PSIM yang berangkat mengawal kebanggan di Cilacap bisa dikatakan berhasil memperlihatkan sikap yang dewasa. Kala itu peluang PSIM untuk bisa lolos memang sangat tipis, PSIM harus menang melawan PSCS yang belum pernah kalah di kandang. Nyatanya hasil pertandingan yang tidak sesuai harapan pada saat itu bisa diterima oleh supporter-suporter yang berangkat away. Sikap legowo para pandemen PSIM ditunjukan dengan tidak adanya kericuhan yang terjadi, bahkan suporter PSIM memberikan selamat kepada para pendukung PSCS Cilacap yang timnya berhasil lolos ke babak 8 besar dengan menyayikan yel-yel persahabatan. Walaupun sempat terjadi insiden kecil ketika pertandingan berlangsung, namun keadaan tetaplah kondusif baik di lingkungan stadion maupun sepanjang jalan pulang menuju Yogyakarta..

Yang menjadi catatan adalah dengan jumlah massa yang besar, tentunya tidak akan mudah untuk mengatur ribuan kepala dengan pemikiran yang berbeda-beda untuk tetap satu tujuan. Berkaca pada insiden di turnamen ISC-B kemarin yang berimbas pada tidak turunnya izin pertandingan, perlu adanya edukasi dan sosialisasi kepada seluruh stakeholder yang ada agar bisa berpikiran dewasa dan mengedepankan kepentingan PSIM. Baiknya mari berkaca dan tanyakan pada diri kita masing-masing, apakah tugas utama kita sebagai supporter? Tidak perlu muluk-muluk, datang ke stadion dengan tertib dan membeli tiket di loket resmi yang sudah ada walaupun harus antri berdesak-desakan (atau ikut presale). Menjaga sikap dan kondusifitas didalam stadion agar pertandingan PSIM memiliki atmosfer yang bersahabat bagi semua kalangan. Ingatlah alasan mengapa kita rela untuk berpanas-panasan di bawah terik matahari yang menyengat kulit, terus tetap bertahan ketika guyuran air hujan tidak mampu untuk memadamkan kobaran api semangat kita. Mungkin organisasi supporter boleh berbeda, tetapi Laskar Mataram akan selalu mempersatukan kita. Sekarang saatnya semua pandemen PSIM untuk berkreasi dan berkarya secara positif demi kebanggan. Menunjukan bahwa supporter PSIM adalah supporter yang atraktif, kreatif dan tentunya loyal untuk timnya. Supaya PSIM menjadi tim yang tetap kokoh, disegani, dan dihormati, baik di dalam lapangan maupun di atas tribun.

Ditulis oleh Dimas Firdausy Hunafa
                      pendukung fanatik PSIM, anggota keluarga Panglima Mataram korwil Imogiri Timur.

Sumber gambar: Instagram @PSIMJOGJA_official

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: