Mural PSIM 2016, Monumen Pengingat Perjuangan Laskar Mataram

Kompetisi Liga 2 musim 2017 akan segera bergulir, berbeda dengan saat bermain di ISC B musim lalu, tahun ini persiapan PSIM terhitung lebih matang. Pembentukan tim telah dimulai sejak pertengahan Januari lalu. Meski harus kehilangan 2 pilar yaitu Juni Riyadi yang menyeberang ke PSIS dan defender tangguh Sunni Hizbullah yang pindah ke PSCS, musim ini PSIM mendapat suntikan pemain-pemain senior berpengalaman dalam diri Ahmad Taufiq, Andi Kurniawan dan Dicky “Jack” Prayoga. Dari sisi non-teknis, hingga awal april ini setidaknya PSIM telah menjalin kesepakatan dengan 4 sponsor. Satu-satunya masalah yang terus mengganjal PSIM adalah izin keamanan pertandingan kandang yang menyebabkan beberapa kali rencana uji coba di SSA batal digelar meski belakangan PSIM mendapat jaminan dari pihak terkait bahwa izin keamanan pada saat Liga berjalan akan dapat turun.

Liga 2 yang akan dijalani PSIM pada musim ini dipastikan akan berlangsung dengan sangat kompetitif. Hal ini tidak lepas dari regulasi PSSI yang menyatakan hanya 21 tim (ditambah 3 tim promosi dari Liga 3) dari 61 tim yang akan bertahan di Liga 2 musim ini. Tentu hal ini menjadi tantangan yang cukup berat bagi PSIM mengingat dari hasil pembagian group, PSIM berada pada grup 5 yang dipandang sebagai grup terberat. Di sisi lain, regulasi pembatasan usia pemain tentu edikit banyak menguntungkan bagi PSIM yang sedari musim lalu mengandalkan darah muda. Berkaca dari hasil ISC B dimana PSIM berhasil mampu lolos ke babak 16 besar, optimisme terhadap Laskar Mataram untuk setidaknya dapat bertahan di Liga tentu bukanlah hal yang terlalu muluk.

Namun sebelum kita bersiap manatap musim baru yang telah di depan mata, tidak ada salahnya untuk mengingat-ingat kembali perjuangan PSIM di ISC B tahun 2016. Seperti yang dilakukan beberapa rekan-rekan Pandemen PSIM yang tergabung dalam komunitas Hayam Wuruk 66, Mataram Offender, Brajamusti UMY dan beberapa laskar dan komunitas Brajamusti lain yang pada akhir Januari lali membuat mural di bawah fly over Lempuyangan. Mural yang bertemakan “PSIM 2016” ini bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap perjuangan PSIM di ISC B. “Mural dengan gambar squad lengkap PSIM tahun 2016 beserta official tim ini merupakan wujud terimakasih dan rasa bangga Pandemen PSIM atas perjuangan pemain-pemain muda Laskar Mataram” tutur salah satu peserta dan inisiator mural. “Selain sebagai wujud apresiasi, kegiatan mural ini juga sebagai sarana guyub rukun sesama Pandemen PSIM khususnya Brajamusti untuk mengisi jeda kompetisi”, timpal peserta mural lain yang selalu hadir dalam proses pengerjaan mural. Proses mural sendiri tidak terlalu rumit, namun sangat membutuhkan ketelitian dan kesabaran untuk dapat menghasilkan cutting gambar yang rapi, untuk selanjutnya di blok menggunakan cat semprot hingga pada akhirnya di cat sesuai warna design yang telah dicetak sebelumnya. Melalui mural ini juga diharapkan agar para pandemen PSIM bisa lebih produktif untuk menghasilkan karya positif bagi PSIM, khususnya dalam hal kreatif seperti mural sesuai julukan kota Jogja sebagai kota seni. Terakhir, tentu mural ini bisa menjadi pengingat sekaligus motivasi bagi seluruh stakeholder Laskar Mataram untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada tahun ini. Ole!

Ditulis oleh Redaksi Yodab! (DAZ)

Video by M. Faizal Alim

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: