Mengapa Spanduk Tidak Diperkenankan di Tribun Timur?

Setelah menunggu 6 bulan lamanya, PSIM Yogyakarta bisa berlaga kembali di SSA. Minggu, 23 April 2017 menjadi hari yang indah untuk suporter PSIM Yogyakarta. Pertandingan PSIM menghadapi Martapura FC bisa dilaksanakan di SSA.

Ribuan suporter dari seluruh penjuru DIY berbondong-bondong mengisi tribun Stadion  Sultan Agung untuk mendukung PSIM Jogja. Spanduk-spanduk mulai dibentangkan para suporter di tribun utara, selatan, dan barat. Stadion.

Banyak spanduk yang terpasang di tribun selatan menyebabkan beberapa suporter terpaksa memasang spanduk di tribun timur. Melihat kejadian tersebut, panpel pertandingan mengingatkan para suporter untuk tidak memasang spanduk di tribun timur.

Pelarangan memasang spanduk di tribun timur ini disampaikan saat manager meeting Liga 2 di Markas Kostrad, Jakarta, Kamis (30/3). Peraturan ini telah diterapkan ketika Indonesia Super League (ISL) dan Indonesia Soccer Championship (ISC). Mengapa memasang spanduk di tribun timur tidak diperkenankan?

Pada Go-jek Treveloka Liga 1, peraturan ini diatur dalam pasal 70 tentang Area Eksklusif Komersial. Untuk lebih jelasnya lagi, pelarangan spanduk diatur pasal ada pasal 7 ayat 7 yang berbunyi:

“Dalam Pertandingan tidak diperbolehkan pemasangan spanduk dan atribut supporter termasuk giant flag di tribun timur Stadion.”

Tribun timur termasuk bagian dari Area Eksklusif Komersial yang dimana setiap klub tuan rumah wajib untuk menjalankan “clean stadium” dimana tidak ada aktivitas dan atribut komersial selain yang disetujui oleh PT. Liga Indonesia Baru (LIB) di tempat tersebut.

Penggaran pasal tersebut akan dikenakan sanksi berupa denda sebesar Rp. 100.000.000,- Sanksi tersebut pernah dijatuhkan kepada Persib Bandung pada TSC 2016. Hal ini akibat para pendukung Persib membentangkan spanduk dan giant flag di tribun timur Stadion Jalak Harupat.

Denda 100 juta bukanlah nilai yang kecil. Bayangkan saja, berapa lembar tiket yang sejatinya digunakan untuk menghidupi PSIM namun malah justru masuk ke kantong PT LIB. Jika menggunakan hitungan harga tiket termurah sebesar Rp. 20.000,00, maka akan ada 5.000 tiket yang hangus dalam satu pertandingan. Jumlah yang tidak sedikit tentunya.

Apabila pada pertandingan kandang selanjutnya masih ada spanduk yang dibentangkan pada tribun timur, PSIM mungkin saja dapat terkenai sanksi. Meskipun ini terkesan hanya seperti hal remeh yang tidak penting, tapi mari mulai meningkat kesadaran untuk tidak memasang spanduk di tribun timur saat pertandingan berlangsung.

Ditulis oleh Redaksi Yodab! (SDK)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: