Paruh Musim, Sudah Memuaskan?

Kompetisi Liga 2 telah memasuki pertengahan musim. Pada awal musim, Grup 5 yang berisi PSIM, Martapura FC, Persebaya dan tim-tim lain dari Jawa Timur diprediksi akan menjadi “grup neraka” karena perbedaan kekuatan tim yang tidak terlalu mencolok. Regulasi dari operator berupa pembatasan usia pemain dan banyaknya tim yang akan terdegradasi menambah persaingan antar tim di Grup 5 menjadi semakin sengit. Persebaya sebagai  2nd tier division powerhouse dengan tradisi yang kuat di persepakbolaan Indonesia tentu menjadi tim unggulan di grup ini. Namun hingga paruh pertama berakhir, tidak terdapat satu tim yang sangat dominan di grup 5. Dari pekan pertama hingga matchday ketujuh, posisi pemuncak klasemen di grup 5 hampir selalu berubah. Persatu dan Madiun Putra yang sebelum jeda Ramadhan berada di posisi puncak saat ini harus puas bertengger di posisi 3 dan 6, namun hanya terpaut 4 poin dari pemuncak klasemen Martapura FC. Lalu bagaimana dengan performa PSIM Yogyakarta?

Hingga pertengahan musim berakhir,  Laskar Mataram masih mempertahankan rekor unbeaten kala bermain di Stadion Sultan Agung. PSIM berhasil mengamankan 10 poin dari total 12 poin yang dapat diraih di kandang, hasil 3 kali menang dan 1 hasil seri kala ditahan Persebaya. Namun laga tandang masih menjadi kelemahan PSIM musim ini. Sejauh ini PSIM hanya mampu mencuri 1 poin kala bertandang ke Blitar, sedangkan 2 laga lain di Tuban dan Madiun harus berakhir dengan kekalahan. Hasil ini membuat tim Naga Jawa bercokol pada posisi 4 klasemen sementara dengan poin 11, tertinggal 2 poin dari pemuncak klasemen Martapura FC.

Pada laga kandang, PSIM mampu meraih kemenangan atas martapura FC, Persinga, Persepam dengan masing masing skor (3-2) , (2-1), (1-0) kecuali hasil seri melawan persebaya surabaya dengan skor (1-1). Sedangkan pada lawatan tandang, PSIM tidak mampu mencuri poin di madiun (3-2) dan tuban (2-1) namun berhasil mendapat poin 1 saat bertamu ke markas PSBI blitar dengan skor (1-1). Total 10 gol yang diraih PSIM berkat torehan dari Krisna Adi dan Engkus Kuswaha yang masing-masing mencetak 3 gol. Empat gol PSIM lain dicetak oleh Dicky Prayoga (2 gol), sedangkan 2 gol lain dicetak olehHendika Arga dan Rahman ‘bebek’ Purwanto.

Statistik PSIM di putaran pertama

Torehan 10 gol ini terhitung cukup produktif bagi PSIM, bahkan lebih baik dari raihan gol Persita Tangerang, Cilegon United, PSPS Pekanbaru dan PSCS Cilacap yang memiliki posisi lebih baik dibandingkan PSIM di grupnya masing-masing. Namun pertahanan PSIM tampaknya menjadi titik lemah PSIM musim ini. Perginya Sunni Hizbullah dan Riskal Susanto, serta Said Mardjan yang harus absen 3 laga karena cedera membuat Edo Pratama menjadi satu-satunya kuartet andalan blok pertahan PSIM musim lalu yang masih tersisa saat ini. Edo juga menjadi satu-satunya pemain belakang yang selalu diturunkan sebagai starter. Hingga 7 laga, 2 clean sheets berhasil dicatatkan Tito Rama dalam laga melawan Persinga dan Persepam.

Beralih ke lingi tengah, adanya gelandang senior Andi Kurniawan tampaknya membuat coach Erwan Hendarwanto memiliki banyak alternatif untuk mengisi posisi double pivot di depan blok pertahanan PSIM. Dari 7 laga, coach Erwan menurunkun 5 komposisi gelandang yang berbeda-beda, mulai dari kombinasi Gilang-Raymond, Andi-Dimas, Gilang-Dimas dan Gilang-Andi hingga Andi Kurniawan yang diturunkan sendirian sebagai gelandang murni pada laga away melawan Madiun Putra. Berpindah agak ke depan, Hendika Arga tampaknya menjadi pemain yang imortal. Arga yang sejauh ini mencetak 1 gol, selalu diturunkan sebagai gelandang serang dalam 7 laga PSIM. Di posisi winger, duet Dicky Prayoga dan Rangga Muslim menjadi motor andalan serangan PSIM. Keduanya telah menorehkan catatan 2 gol yang dicetak oleh Dicky dan 5 assist dengan Rangga 3 assist dan sisanya Dicky “Jack” Prayoga.

Ketatnya persaingan Grup 5 di putaran pertama ini tentu akan semakin sengit di paruh kedua nanti. Hal ini membuat Laskar Mataram harus berjuang lebih keras dalam menjalani sisa musim ini untuk dapat mencapai target minimal bertahan di Liga 2 dengan langsung lolos ke babak 16 besar. Tentu patut ditunggu apakah PSIM akan merekrut tambahan pemain baru untuk melengkapi kekurangan yang ada, atau setidaknya tidak kehilangan pemain kuncinya.

Semoga Semangat ‘Muda Bisa Bikin Bangga’ yang musim lalu menjadi spirit andalan Laskar Mataram dapat melangkah dengan lebih baik lagi dan konsisten sampai akhir kompetisi. Manajemen, pemain, staff pelatih dan suporter wajib bersinergi demi majunya Laskar Mataram untuk meraih prestasi tertinggi. Seluruh Pandemen PSIM rindu kasta tertinggi. Demi lambang tugu di dada, AYDK!


Ditulis oleh Syahrul Raka

Grafis oleh Fatya Kresnawan, dirangkum dari @PSIMJogja@PSIMStats.

Leave a Reply

%d bloggers like this: