Awaydab #4: Mission (im)Possible?

PSIM Jogja akan mengawali paruh ke 2 dengan menjalani laga berat melawan tuan rumah Martapura FC. Pertandingan yang akan dilaksanakan di Stadion Demang Lehman pada Sabtu, 22 Juli lusa akan menjadi ujian bagi tim Laskar Mataram mengingat sejauh ini PSIM masih belum maksimal di laga tandang, terlebih tim yang akan dihadapi adalah Martapura FC. Sejauh ini tim tuan rumah menjadi satu-satunya tim di grup 5 yang berhasil mencatatkan kemenangan 100% dari tiga pertandingan kandang yang telah dijalani. Lalu bagaimanakah peluang sang Naga Jawa dalam lawatannya ke Kalimantan Selatan?

Jago Kandang

PSIM sejak berpindah homebase di Stadion Sultan Agung berhasil mencatatkan rekor mentereng dengan tidak pernah kalah saat laga kandang di Bantul. Hanya Persibat Batang dan Persebaya Surabaya yang pernah mencuri poin di SSA, sisanya berakhir untuk kemenangan tuan rumah. Namun PSIM tidak sendirian menjadi tim dengan rekor kandang yang bagus. Martapura FC yang baru didirikan pada 2009 yang lalu juga memiliki tren yang sama. Tercatat sejak Divisi Utama tahun 2014, ISC B 2016 dan hingga pertengahan musim Liga 2 2017, tim Laskar Sultan Adam tidak pernah merasakan kekalahan di kandang. Persigubin Gunung Bintang menjadi satu-satunya tim yang bisa mencuri poin di Martapura pada Divisi Utama 2014.

Liga 2 2017

Martapura FC menjadi salah satu tim unggulan di Grup 5 ISC B 2017. Bersama Persebaya, Martapura adalah tim yang terhitung memiliki kekuatan finansial paling memadai. Sejauh ini Martapura tampil dengan performa yang cukup apik. Tim Kota Berlian berhasil bertengger di puncak klasemen Grup 5 hingga akhir putaran pertama. Laga kandang masih menjadi kekuatan besar Martapura. Hasil 3 kemenangan dengan catatn 8 gol dan hanya kebobolan 2 gol tentu bisa menunjukan betapa Martapura sangat sulit untuk ditaklukan di kandang. Duet Qischil Gandruminy dan Aidil Bogel sejauh ini menjadi duet penyerang paling produktif di grup 5 dengan 9 gol, lebih dari separuh gol Martapura. Namun Martapura tentu masih memiliki kelemahan, meskipun menjadi tim paling produktif di grup 5 tetapi catatan kebobolan Martapura terhitung buruk. Kemasukan 11 gol dari 7 laga dan hanya 1 kali saja mencatatkan cleansheet membuat Martapura menjadi tim dengan pertahanan teruburuk nomor 4 di Grup 5. Dari catatan 100% kemenangan di laga kandang, gawang Martapura hanya sekali perawan ketika menang 2-0 atas PSBI. Persebaya dan Persepam meskipun kalah berhasil mencetak 1 gol di Stadion Demang Lehman. Hal ini tentu harus bisa dimanfaatkan oleh tim Parang Biru mengingat PSIM meskipun baru sekali meraih poin tandang namun PSIM berhasil mencetak 3 gol tandang yang dilesakan salam 2 laga away terakhir.

Player 2 Watch

Qischil Gandruminy

Pemain berumur 29 tahun yang pernah bermain di Persik Kediri ini menjadi penyerang andalan Martapura dalam mengarungi Liga 2 2017. Duet Qischil dengan Aidil Bogel sejauh ini telah menciptakan 9 gol, 5 diantaranya dicetak oleh Qischil yang menjadikannya topskor grup 5. Dalam pertemuan pertama di SSA lalu, 2 gol Martapura dicetak oleh Qischil dan Bogel. Selain itu, saat ini Qischil bisa dibilang tengah on fire, dalam 4 laga terakhir pemain dengan tinggi 174 cm ini selalu mencetak gol untuk Martapura. Tugas berat tentu akan menanti kapten Ahmad Taufiq atau siapapun nanti yang akan menemani Edo Pratama di blok pertahanan PSIM.

Laga away pada sabtu nanti tentu akan menjadi salah satu laga paling berat bagi PSIM, namun selama bola masih bundar tentu segalanya bisa terjadi. Musim lalu PSIM berhasil mencatatkan kemenangan tandang pertama ketika menjalani laga tandang di Banda Aceh, tentu tidak tertutup kemungkinan bahwa lawatan ke Martapura kali ini akan berakhir manis bagi PSIM. Hasil imbangpun akan menjadi modal berharga bagi PSIM untuk menjalani putaran ke 2 dan memenuhi target lolos ke babak 16 besar nanti. Nothing is impossible dalam sepakbola, jadi tetap yakin saja. Seperti penggalan lirik dari anthem yang selalu kita nyanyikan di akhir laga… Aku Yakin Dengan Kamu, NAGA JAWA!!!


*NB: FAKTOR NON TEKNIS

Ditulis oleh Dimas Allan Z

Grafis boleh Fatya Kresnawan

Leave a Reply

%d bloggers like this: