Hidup dari Lapangan: Kisah ‘Katrok’ Kitman Laskar Mataram

PSIM dan loyalitas adalah 2 kata yang saling terikat satu sama lain. Di saat sepakbola modern semakin menancapkan cakar-cakarnya dan uang menjadi primadona utama dalam sepakbola belakangan ini, tetap selalu ada cerita tentang loyalitas dalam keluarga Laskar Mataram. Siapa tidak ingat Jaime Sandoval? Defender tangguh dengan set-piece mematikan ini memilih untuk pulang ke negaranya setelah 4 tahun membela PSIM ketika pada tahun 2008 manajemen memutuskan untuk tidak memakai jasa pemain asing. Jaime memilih untuk kembali ke Chile ketimbang harus bertanding melawan PSIM jika memperkuat tim Indonesia lain. Lalu ada Ony Kurniawan, kiper yang sepanjang karir sepakbola profesionalnya dihabiskan hanya untuk membela PSIM saja, one man club. Tidak berhenti di pemain, masih ada simbah “Cunong” Suparyono yang menjadi kitman PSIM sejak tahun 1974, meneruskan tugas pak Dalidjo yang juga ayahnya sendiri. Kini, cerita tentang loyalitas itu masih terus tumbuh di PSIM dalam diri Mateus Kristianto, pria yang sudak sejak tahun 2006 lebih banyak menghabiskan waktunya di Wisma PSIM daripada di rumahnya sendiri.

Bagi suporter PSIM, nama Katrok tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Ya, Mateus Kristianto yang akrab disapa Katrok adalah pembantu umum di PSIM atau yang saat ini lebih popular disebut kitman. Posisinya sebagai kitman berperan penting dalam mempersiapkan perlengkapan latihan dan pertandingan baik pemain maupun tim. Semua disiapkan oleh Katrok dengan cermat dan teliti, apalagi ketika melakoni laga tandang.

Menjadi kitman merupakan perjuangan panjang bagi dirinya. Cerita bermula ketika Katrok rutin menunggu Jaime Sandoval di depan jalan daerah Baciro saat mantan kapten PSIM ini berjalan menuju ke Mandala Krida untuk latihan. Saking seringnya Katrok menunggu pemain asal Cili ini, Jaime kemudian akhirnya mengajak Katrok ke Mandala Krida. Karena tekun dan rajin, Katrok pun dipanggil oleh Pak Nugroho Swasto, manajer PSIM kala itu, untuk membantu mempersiapkan perlengkapan tim. Selain itu karena rutinnya Katrok main di Wisma PSIM, ia pernah mendapat hadiah sepatu dari Ugiek Sugianto ketika dirinya masih duduk di bangku kelas 1 SMP.

Mengulik sedikit tentang nama Katrok. Nama tersebut merupakan panggilan yang diberikan oleh pemain PSIM pada dirinya waktu itu. Berawal dari kesalahannya ketika membelikan sesuatu yang diminta oleh pemain PSIM, kemudian terceletuklah panggilan Katrok untuk Mateus Kristianto. Bagi Katrok, PSIM merupakan rumah dan keluarga kedua. Banyak hal suka maupun duka dilalui bersama pemain PSIM. “Di PSIM itu semuanya keluarga, tidak ada gap antara senior atau junior”, kata pria yang mempunyai mimpi menjadi pemain bola ini.

Perjuangan Katrok tidak sia-sia. Ia diangkat menjadi anak asuh Ir. Nugroho Swasto yang kemudian membiayai pendidikannya hingga kuliah di semester 4. Perlu diketahui, bahwa merasakan bangku perkuliahan adalah hal yang tidak pernah terpikirkan olehnya, namun pria ini mampu menyelesaikan Diploma Teknik Mesin IST Akprind Yogyakarta pada tahun 2014 silam. Mungkin ini sesuatu hal yang tidak mudah bagi dirinya, karena ia harus pandai membagi waktu antara studi, menjadi kitman PSIM dan casual (karyawan tidak tetap) di Kebun Binatang Gembira Loka.

Awal musim ini, Katrok sempat mendapat tawaran untuk menjadi kitman Tim Nasional futsal, namun pria yang pernah mengikuti SSB GAMA ini memilih untuk tidak menerima tawaran tersebut karena pembentukan kerangka tim Parang Biru sudah jadi, sehingga tentu akan mengganggu persiapan tim jika ia pergi pada saat-saat terakhir.

Sebagai seorang yang sangat tahu luar dalam tentang PSIM, banyak harapan yang ingin disampikan Katrok kepada tim dan supporter PSIM. “Musim ini PSIM mengikuti kompetisi resmi Liga 2, harapan saya PSIM bisa promosi naik kasta ke Liga 1. Untuk tim, pokoknya harus jaga kekompakkan, bangun pondasi supaya bisa lolos dari kotak merah. Untuk supporter PSIM, semoga semakin kompak, dewasa dan lebih baik lagi ke depannya.”

Ditulis oleh Antonia Dyah Ayu (@antoniadyahayu)

Grafis oleh redaksi Yodab! (© Instagram @PSIMJOGJA_official)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: