Kuncian Itu Bernama Rangga Muslim

Kompetisi Liga 2 Indonesia musim ini belum selesai, begitu pula dengan belum dibukanya bursa transfer. Namun, beberapa tim yang mengikuti kompetisi Liga 2, sudah bergeliat mencari tambahan amunisi untuk tahap selanjutnya. Rangga Muslim, salah satu di antara sekian banyak pemain yang digadang-gadang menjadi rekrutan klub yang lolos 16 Besar Liga 2. Persebaya Surabaya menjadi kandidat utamanya.

baca juga Harapan Rangga di Ulang Tahun PSIM ke-88

Sementara itu PSIM Jogja masih menyisahkan satu pertandingan melawan Persepam Madura Utama. Pertandingan ini merupakan penentuan bagi PSIM untuk bisa lolos menembus babak play off atau tidak. Munculnya kabar hengkangnya Rangga Muslim ke Surabaya, praktis menjadi wacana tersendiri. Portal dari emosijiwaku.com salah satu media alternatif Bonek, gencar sekali dalam melaporkan perkembangan negosiasi Rangga.

Berawal dari standing ovation yang dilakukan pemain asal Bima NTB ini usai partai kandang terakhir PSIM. Lambaian tangan Rangga diterjemahkan berbeda oleh emosijiwaku.com sebagai salam perpisahan.

“Pertanda atau bukan… bertahan ataupun pergi dari sini, setidaknya saya mengucapkan terima kasih kepada suporter atas dukungan selama ini, kan kebetulan kemarin pertandingan terakhir di kandang juga. Kalau pamitan ya saya belum bisa mengeluarkan statement, jika tidak sesuai nantinya itu akan menyakiti suporter PSIM Jogja atau orang-orang yang mengharapkan saya ke sana” tutur Rangga di sela-sela persiapan latihan sore.

“Karena tujuan saya bermain bola menghibur banyak orang, saya gak mau membuat banyak orang menjadi kecewa sama saya. Ya untuk saat ini saya memilih untuk menjalani aja dulu, apa adanya sekarang. Saya memilih fokus untuk pertandingan ke Madura,” imbuh pemain yang menjadikan Jogja sebagai rumah kedua bagi dirinya.

PSIM Jogja memang dijadwalkan akan melakoni tandang melawan Persepam Madura Utama, yang mana laga tersebut akan diselenggarakan di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Madura. Jelang pertandingan terakhir Liga 2 Indonesia 2017, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengumumkan adanya perubahan jadwal dan waktu kickoff pertandingan. Perubahan tersebut, termasuk salah satunya pertandingan antara PSIM Jogja dengan Persepam Madura Utama yang memperebutkan jatah play off, yang semula dijadwalkan Sabtu, 9 September 2017 diundur menjadi Kamis, 14 September 2017.

Perubahan jadwal ini merupakan keuntungan bagi PSIM karena mendapatkan waktu istirahat ekstra. Tentunya bonus waktu yang lebih banyak ini, dapat dimanfaatkan secara baik oleh pelatih dan pemain PSIM untuk memulihkan kondisi dan sekaligus untuk berlatih guna mempersiapkan pertandingan terakhir Liga 2 Indonesia 2017 ini.

Musim ini, PSIM harus berjuang lebih keras untuk menembus babak play off. Minimal dengan menahan imbang, atau mencetak gol maka dapat dipastikan peluang PSIM lolos babak play off semakin besar.

“Saya harus berjuang, posisi PSIM belum aman. Perjuangan berat saya dan teman-teman. Target pribadi poin tiga. Kita serahkan pada Allah,” ujar Rangga Muslim.

Kepiawaian Rangga dalam menggiring bola menjadikannya bahan sasaran tekel pemain lawan. Kerap kali Rangga terkapar setelah melewati satu hingga dua pemain. Pergerakan Rangga yang aktif membuatnya mampu berada di daerah-daerah yang tak terduga.

Saya dilanggar mungkin karena faktor spontanitas dari lawan,” ujarnya.

Sekali lagi, Rangga adalah kuncian. Masih ingat dengan peluang PSIM pada 16 Besar ISC B tahun lalu? Kala PSIM menjamu Persiraja Banda Aceh di Magelang. Saat itu, pada menit-menit akhir PSIM mendapatkan peluang tendangan penalti. Rangga adalah eksekutornya. Tidak biasa memang karena biasanya eksekutor penalti PSIM adalah Juni Riyadi, namun saat itu ia telah ditarik keluar. Pemain senior seperti Engkus dan Topas berkelit tidak siap sebagai algojo.

Tendangan Rangga gagal berbuah hasil. Ia tak kuasa menangis meratapi kegagalannya. Peluang PSIM lolos 8 Besar ISC B kala itu semakin tipis. Target menang menjadi harga mati melawan PSCS Cilacap di Stadion Wijayakusuma. Namun, nasib baik masih belum berpihak kepada tim Laskar Mataram. PSIM harus menelan kekalahan tipis dari PSCS Cilacap. Tim yang pada turnamen tersebut menjadi juara.

“Saya bermain pakai hati. Saya sedih ketika tidak memberikan yang terbaik, ini merupakan PR buat saya,” tutur Rangga.

Kali ini partai terakhir melawan Persepam Madura Utama, apakah Rangga layak didapuk sebagai kuncian bagi PSIM? Membalaskan rasa penasarannya ketika gagal eksekusi penalti. Di tengah kabar simpang siur soal kepindahannya hanya ada satu kalimat yang bisa menjadi andalan kita.

“Bermainlah dengan hati, terus berjuang tanpa henti”.


Ditulis oleh Antonia Dyah Ayu

Editor Dimaz Maulana

Videographer Fatya Kresnawan

2 thoughts on “Kuncian Itu Bernama Rangga Muslim

Leave a Reply

%d bloggers like this: