Rapor PSIM 2017: Penjaga Gawang – POLLING

Perjalanan PSIM di Liga 2 tahun 2017 telah usai. Kekalahan 0-1 dari PSCS di Stadion Kanjuruhan, Malang (18/10) menjadi pertandingan resmi terakhir Laskar Mataram musim ini. Target PSIM, bertahan di Liga 2, berhasil dicapai meski harus dengan bersusah payah menjalani laga playoff terlebih dahulu.

Perjalanan PSIM musim ini sebenarya bisa dibilang mirip dengan performa di ISC B tahun lalu. PSIM masih tetap sangat perkasa di laga kandang, namun entah mengapa masih saja gagal meraih hasil maksimal di kandang lawan. Musim lalu PSIM berhasil menembus 16 besar ISC B. Musim ini, dengan persaingan yang makin ketat dan pembagian grup yang menempatkan PSIM di grup “neraka” membuat tim Parang Biru harus puas berada di posisi 3 Grup 5 atau dengan kata lain gagal lolos babak 16 besar.

Lalu bagaimanakah pendapat Pandemen PSIM semua mengenai performa tim kebanggan kita musim ini? Sudah puas atau sangat puas? Tim redaksi Yodab! mencoba untuk melakukan suatu polling mengenai Rapor PSIM tahun 2017 ini. Rekan-rekan semua dapat berpartisipasi dalam polling ini, tentu dengan tetap diharapkan obyektif dalam melakukan penilaian.

Polling kali ini dimulai dari 3 pria yang menjadi benteng terakhir Laskar Mataram, Penjaga Gawang.

Di awal musim, Tito Rama masih menjadi kiper utama PSIM seperti saat ISC 2016. Meski posturnya tidak terlalu tinggi untuk ukuran penjaga gawang, namun penampilan Tito tetap bisa memberikan rasa aman di bawah mistar dengan reflek dan penyelamatan-penyelamatan akrobatiknya. Sayangnya, penjaga gawang alumnus Tunas Jogja ini hanya membela PSIM selama setengah musim saja. Tito mengalami cedera pada penghujung pertandingan terakhir putaran pertama saat menjamu Persepam Pamekasan. Cederanya Tito membuat kiper senior Ony Kurniawan kembali menjadi kiper pilihan pertama. Sebelumnya, Ony hanya dimainkan sekali dalam laga tandang di Blitar. Sayangnya penampilan “Paman” musim ini kurang begitu maksimal. Banyak dimainkan pada laga tandang, pemain yang pernah mengantarkan PSIM juara pada tahun 2005 ini harus kebobolan 7 gol dalam 4 laga. Hal ini membuka jalan bagi kiper anyar PSIM musim 2017, Ivan Febrianto. Sejak laga kandang melawan Madiun Putra di pekan ke 11, pemain asal Semarang ini terus menjadi pilihan utama di bawah mistar PSIM hingga laga terakhir playoff.

Lalu menurut Pandemen PSIM semua, bagaimanakah penampilan ketiga kiper PSIM di tahun 2017 ini?

 


Ditulis oleh Dimas Allan Z (red)

Statistik dihimpun oleh redaksi Yodab! dari @PSIMstats

Credit foto ©psimjogja.id

Leave a Reply

%d bloggers like this: