Ayub Antoh memutuskan merantau ke Pulau Jawa sejak tahun 2002. Ayub ingin bersekolah ke Jogja pada waktu itu dan tinggal di Yayasan Kristiani Pondok Kasih Sayang, Kalasan, Sleman. Meskipun tak sempat merasakan kasih sayang dari Ibu kandungnya, Wellmince Worait yang telah meninggal sejak Ayub berusia tujuh tahun. Ayub masih bisa merasakan kasih sayang Ibu di Jogja.

Ibu Ratna mengangkat Ayub sebagai anak asuh sejak tahun 2004. Peran Ibu Ratna sangat besar dari terhadap karir pesepakbola profesional asal Sorong ini.

“Jadi ibuk pernah beli bola, kasih kesaya lalu sampai saya tidur, bola itu saya peluk,” kata Ayub.

Hal itu berlanjut hingga saat ini, Ibu Ratna masih sering membelikan perlengkapan sepakbola seperti sepatu dan bola untuk Ayub.

Walaupun Ibu Ratna dan suaminya sudah memberikan dukungan untuk Ayub hingga menjadi pemain profesional, kedua orang tua Ayub belum sempat menyaksikan penampilan Ayub secara langsung di Stadion. Hal itu yang mengganjal di hati Ayub hingga kini. Ayub berharap suatu saat nanti kedua orang tuanya bisa menonton aksinya secara langsung saat bertanding di lapangan hijau.

“Secara langsung belum, karena kesibukan kerja. Kalau ibuk pernah liat waktu latihan dilapangan biasa. Ingin sekali ditonton ibu, semoga suatu saat ibu bisa menyaksikan saya bertanding secara langsung,” ujar Ayub.


Ditulis oleh Redaksi Yodab! (one)

sumber: TribunJogja

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here