Menghadapi Liga 2 musim 2018, beberapa apparel mulai mendekat ke PSIM Jogja. Apparel itu antara lain Kelme yang sudah sejak 2016 lalu menjalin kerjasama dengan PSIM dan yang terbaru DJ Sport dikabarkan tertarik untuk menjadi kit sponsor PSIM. Kehadiran sponsorship berupa apparel tentu akan membantu meringankan pengeluran klub dan meningkatkan brand jersey tim itu sendiri.

Namun bagaimana apabila PSIM memilih membuat jersey dengan apparel buatan tim sendiri? Beberapa tim di Indonesia melakukan hal tersebut seperti Persebaya dan Persis Solo. Bahkan dua tim Liga 1, Persib dan Bali United yang notabene memliki nilai tawar sangat tinggi dimata sponsor (khususnya kit/apparel sponsor) memilih untuk memproduksi jersey-nya secara mandiri (Persib Bandung menggunakan merk Sportama). Berikut ini beberapa keunggulan yang akan didapatkan dari membuat jersey dengan apparel tim sendiri.

  • Persentase keuntungan jauh lebih besar. Hal ini karena keuntungan penjualan jersey yang akan dimiliki klub dapat mencapai 100%. Berbeda dengan kerjasama dengan apparel yang keuntungannya harus dibagi menjadi dua.
  • Tim bebas menentukan desain jersey yang diinginkan. Hal ini dilakukan Persebaya pada Liga 2 musim 2017. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Persebaya Azrul Ananda, dikutip dari laman jawapos.com

“Kami menginginkan jersey yang khas, yang unik, dan dibuat menggunakan teknologi tinggi. Dan jersey itu harus 100 persen dibuat dan dikembangkan di Indonesia. Jersey yang harus bisa membanggakan karena menunjukkan bahwa Indonesia bisa membuatnya sendiri tanpa bergantung kepada merek-merek dunia.”

  • Harga jersey di pasaran bebas ditentukan oleh manajemen. Jika memakai apparel jersey tertentu, harga yang dipasarkan tentu akan mengikuti harga patokan dari apparel tersebut. Harga jersey yang mahal akan membuat para fans/suporter mungkin beralih ke jersey kw, namun jika harga terlalu murah akan membuat klub tidak untung banyak. Dengan membuat variasi grade jersey dengan kisaran harga murah hingga mahal, tentu membuat klub akan tetap pemasukan dan menekan penjualan jersey kw.

Namun dibalik keunggulan itu tentunya diperlukan biaya untuk memproduksi jersey yang tidak sedikit. Jika belum ada sumberdaya untuk membuat apparel sendiri, PSIM mungkin bisa menggandeng unit usaha milik suporter seperti Mtrm! Merch yang dikelola Brajamusti Rantau ataupun juga Brajamusti Official Merchandise.

Mtrm! Merch yang musim lalu menjadi sponsor PSIM senior dan apparel/sponsor PSIM U17 tentu layak untuk diberikan kesempatan ini. Sistem penjualan jersey PSIM U17 musim lalu yang sangat transparan, tampaknya sesui dengan keinginan supporter yang yang tertuang dalam 11 poin tuntuntan Brajamusti dan tuntutan supporter saat menggelar aksi damai.

Tentu semua keputusan akan kembali berada di tangan Manajemen PSIM musim depan untuk menentukan mana yang terbaik, apakah tetap bersama apparel asal Spanyol, berganti apparel atau malah memproduksi secara mandiri. Sebagai supporter tentu kita cuma bisa “ngosos“, entah lewat sosial media ataupun melalui cara yang lebih konkrit. Apapun itu karena kita semua ingin PSIM yang lebih baik dan profesional.


Ditulis oleh Redaksi Yodab! (one)