Tahun 2018 telah terlewati selama lebih dari sepekan, dengan kata lain kick-off Liga Indonesia yang selalu tidak jelas tanggalnya itu akan semakin dekat. Musim ini PSIM akan kembali berlaga di Liga 2, menjadi musim ke-11 PSIM berada di kasta ke dua. Liga 2 tahun 2018 akan berjalan dengan format baru, mengingat hanya ada 24 tim yang akan berkompetisi. Meski begitu, dipastikan akan lebih ketat dan berat dibandingkan musim 2017 lalu. Saat ini tim Laskar Mataram masih belum menunjukan tanda-tanda akan melakukan persiapan.  Gosip terakhir, pihak-pihak pemangku kepentingan di tubuh PSIM masih sibuk untuk mempersiapkan “Pasewakan Agung“, pertemuan yang direncanakan untuk mempertemukan stakeholders PSIM, memutuskan rencana PSIM ke depan.

Lalu, sejauh mana progress dari tim Liga 2 lain yang akan menjadi lawan PSIM di Liga 2 nanti? (Bagian 1)

  • PSS Sleman

Dalam beberapa tahun belakangan ini, nama tim Laskar Sembada selalu menjadi tim unggulan di Liga 2. Dengan dukungan finansial yang diback-up sepenuhnya oleh suporter, PSS bisa dikatakan menjadi salah satu tim yang memiliki squad paling mentereng di setiap musimnya. Tahun ini PSS kembali dilatih oleh Heri Kiswanto, pelatih yang hampir saja membawa Super Elja promosi ke ISL tahun 2014 andai saja tidak terjadi insiden “disruduk gajah“. Dan pada tahun ini pun template repetisi hijrahnya pemain PSIM ke PSS akan terulang. Winger asal Lombok, Rangga Muslim, sudah melakukan tes medis di PSS dan sepertinya akan menambah panjang daftar “Si Penyebrang“. Terakhir tim lor ndeso sedang mempersiapkan turnamen Pra Musim Coppa Sleman yang mengundang PSMP dan 2 tim Malaysia.

  • Persis Solo

Yo neng Sala nonton bal-balan“. Penggalan salah satu chant Pasoepati tersebut saat ini sudah bisa dinyanyikan oleh para pendukung Persis, karena di Solo memang sudah usum musim bal-balan lagi. Masih dengan pelatih Freddy Mulli, Persis malah sudah gerak cepat dengan mengikat pemainnya dengan kontrak resmi sejak akhir tahun lalu. Latihan resmi perdana sudah digelar pada 8 Januari, dengan banyak pemain-pemain anyar yang akan memperkuat Laskar Sambernyawa. Selain pemain-pemain eks PSIM seperti Tri Handoko dan Bayu Andra, Persis juga akan diperkuat local lad Kito Chandra dan mantan pemain Arema, “The Joker” Sunarto.

  • Persibat Batang

Rodo marmos tapi jika membandingkan kondisi PSIM saat ini dengan tim asal Pantura ini bisa membuat pandemen PSIM ngelus dodo. Tim Laskar Alas Roban sudah memulai seleksi pemain sejak awal Desember lalu. Daniel Roekito juga masih dipercaya untuk melatih Persibat. Ingat Daniel Roekito berarti ingat kumisnya dan kemenangan away ikonik PSIM atas Persis Sala tahun 2008. Kabar terakhir mantan idola dan kapten lor ndeso, Busari, menjadi rekrutan teranyar Persibat. Satu lagi, akun official Persibat baik medsos maupun website resminya juga lumayan aktif lho

  • PSMP Mojokerto

Skuad PSMP sudah menggelar latihan rutin sejak Rabu (2/1/2018). Tim berjuluk The Lasmojo juga sudah menujuk pelatih kepala baru, Jamal Yastro. PSMP kini sudah mengantongi 15 nama pemain. Proses seleksi terus dilakukan tim asal Jawa Timur untuk menghadapi turnamen pra-musim Coppa Sleman 2018.

  • Martapura FC

Peringkat ke-4 Liga 2 2017, Martapura FC telah membentuk tim untuk bermain di Piala Presiden. Martapura FC telah memiliki 24 pemain.  Ditinggal beberapa pemain yang menuju ke Liga 1, Martapura FC mendatangkan beberapa tenaga baru, antara lain Dedi Haryanto, Chairul Rifan, Hermansyah Muchlis, Faris Aditama, Amirul Mukminin, hingga Eki Nurhakim.

  • Persiba Balikpapan

Persiba Balikpapan terus melakukan seleksi jelang bergulirnya Liga 2 pada Maret nanti. Tercatat saat ini ada 20 pemain yang mengikuti seleksi dari tahap pertama dan tahap kedua. Persiba hanya mempertahankan 5 pemain musim 2017 dan 4 pemain U-19  yang statusnya magang.

Persiapan yang mepet sebeenarnya sudah menjadi rutinitas PSIM setiap musimnya. Coba sejenak mundur satu tahun ke belakang pada tahun 2017. “Lakon Menang Keri“, istilah ini mungkin pantas untuk disematkan ke Persebaya pada awal tahun 2017 lalu. Tidak pas sebenarnya membandingkan kondisi PSIM saat ini dengan Persebaya musim lalu. Jika PSIM beralasan bahwa belum jelasnya regulasi menjadi penyebab belum adanya persiapan, excuse yang sama tidak bisa digunakan oleh Persebaya. Sebelum Konggres PSSI pada 8 Januari 2017 lalu, Persebaya bahkan belum tahu apakah mereka akan dapat berlaga lagi di Liga Indonesia. Namun setelah statusnya sebagai anggota PSSI dipulihkan kembali, manajemen Persebaya langsung tancap gas mempersiapkan timnya dengan serius hingga akhirnya Juara. Sedangkan PSIM dengan waktu persiapan yang seharusnya lebih lama, masih saja berkutat di play-off degradasi.

Disisi lain dengan lambatnya persiapan PSIM ini sebenarnya kita masih dapat mengambil sisi positifnya. Setidaknya PSIM sebagai tim kebangaan Nagari Ngayogyakarta benar-benar bisa menjadi identitas kita sebagai warga DIY. Selama ini masyarakat Jogja dikenal sebagai pribadi yang santai, alon-alon waton kelakon. Narimo ing pandhum, sabar dalam menerima segala cobaan, termasuk sabar melihat tim sendiri yang tidak bergerak sedangkan tim-tim rival sudah mulai menggeliat.


Ditulis oleh Redaksi Yodab! (DAZ)

Dikutip dari berbagai sumber (PSS Sleman, Persis SoloPersibat)

293 COMMENTS

  1. Hey theгe this iѕ sօmewhat оf ooff topic Ьut I wɑs ԝanting to knoᴡ іf blogs uѕe WYSIWYG editors or if
    you һave to manually code ԝith HTML. Ӏ’m starting a blog ѕoon but haѵe no coding
    experience ѕo I waned to get advice fгom ѕomeone with experience.
    Аny hеlp woulɗ be enormously appreciated!

  2. Howdy! This blog post could not be written any better!

    Looking through this article reminds me of my previous
    roommate! He continually kept preaching about this.
    I will forward this post to him. Pretty sure he’s going to have a very good read.
    I appreciate you for sharing!

Comments are closed.