23 Oktober 2018, waktu menunjukkan jam 20.30 WIB.  Saat sedang berdiskusi tentang sebuah project untuk Laskar Mataram, kami dikejutkan oleh postingan melalui media sosial Instagram dari Hendika Arga Permana. Seakan melanjutkan polemik kepindahan ke klub rival, Kapten tim PSIM pada musim 2017-2018 mendadak menyatakan mundur dari dunia persepakbolaan. Beragam pertanyaan menyeruak tentang keputusan tersebut.

Hendika Arga Permana adalah pemain jebolan Tunas Jogja yang kemudian berganti nama menjadi Diklat PSIM. Sebagai pemain asli DIY, gelandang kelahiran Bantul, 1 November 1993 ini bergabung dengan PSIM senior pada musim kompetisi 2013-2014. Pemain yang jamak dengan sapaan Arga ini, pada musim 2017-2018 telah menyumbangkan 7 Gol dari total 21 penampilan. Hampir lima tahun membela Laskar Mataram dan tanpa pernah berganti seragam, Hendika Arga telah merampungkan 64 laga resmi bersama PSIM. Menyandang ban kapten sejak  awal musim ini, Hendika Arga menjadi nyawa bagi permainan PSIM, mengingat banyaknya punggawa baru di Laskar Mataram.

Merujuk pada peran sentral Hendika Arga bagi PSIM, menjadi wajar jika keputusan hijrah ke tim sebelah, menyisakan luka mendalam bagi pendukung Laskar Mataram. Beragam respons baik positif maupun negatif muncul mensikapi langkah Arga tersebut. Pro-kontra adalah hal wajar jika seorang pemain sepakbola memilih pindah ke tim rival. Seperti kepindahan Michel Owen dari Liverpol ke MU maupun Luis Figo yang sempat dilempar kepala Babi oleh fans Barcelona ketika memutuskan pindah ke Real Madrid. Namun, bagi kami, hal yang mengejutkan adalah keputusan Arga untuk undur diri dari persepakbolaan di tengah polemik kepindahan nya. Lantas, ada drama apa di balik semua ini?

 

(Yodab.id – AY)