Yodab.id – PSIM Jogja akhirnya resmi memperkenalkan Aji Santoso pada Senin (15/7) sebagai pelatih kepala setelah Vladimir Vujovic memutuskan untuk mundur usai laga melawan PSBS Biak (14/7). Mantan pelatih Persela Lamongan ini menandatangani kontrak dengan durasi satu musim bersama Laskar Mataram dengan opsi perpanjangan bila mampu lolos ke Liga 1.

“Saya bertemu, mendengar keseriusan target dan arah tim ini. Saya menilai ada potensi besar untuk ke Liga 1 dari keseriusan yang terbangun, akhirnya saya memutuskan menerima pinangan PSIM,” ungkap Aji dilansir melalui krjogja.com.

Aji mengaku langsung akan bekerja Selasa (16/7/2019) dan menggelar latihan terbuka. “Saya mulai latihan besok sore dan akan coba membentuk chemistry antara pelatih dan pemain juga pemain dengan pemain,” tandasnya.

Profil Aji Santoso

Aji Santoso atau yang biasa dipanggil Aji  lahir di Kepanjen, Malang, 6 April 1970. Ia memulai karier sepak bolanya dari kampung ke kampung. Sukses sebagai pemain bola, ia berlabuh menjadi pelatih.

Karier sepak bola Aji bisa dibilang penuh perjuangan dan kerja keras. Untuk mengejar mimpinya menjadi pemain terkenal, pada usia 16 tahun, ia bergabung dengan klub Argo Manunggal Sawunggaling (AMS) Kepajen di kampung halamannya.

Setelah bermain satu tahun, ia memutuskan pindah ke Gajayana Malang pada tahun 1987. Di sana Aji hanya sebentar sebelum akhirnya pindah ke Persema Jr tahun 1987.

Bakat dan skill yang dimilikinya mengantarkan Aji membela Arema Malang pada  tahun 1988. Di sana ia cukup lama bertahan hingga tahun 1995. Dalam runtun waktu tersebut, Aji juga ikut membela Tim Jawa Timur dan meraih medali perak pada PON 1989.

Berkat kualitasnya yang menanjak, Aji dipanggil untuk memperkuat Timnas Indonesia. Bersama Timnas Aji berhasil meraih Medali Emas Sea Games Filipina tahun 1991. Sejak saat itu hingga 2016, Timnas tidak pernah kembali meraih medali emas dalam perhelatan bergengsi se-Asia Tenggara itu.

Kehadiran Aji di lapangan memberikan warna pembeda dalam tim. Aji adalah salah satu bek kiri terbaik Indonesia. Memiliki postur tubuh yang mungil sekitar 167 cm, tidak membuatnya lemah. Ia sanggup bersaing dengan para pemain lainnya.

Bahkan Aji dikenal salah satu kapten terbaik pada masanya, tidak heran membuatnya banyak klub besar merekrutnya, seperti Arema Malang, Persebaya Surabaya, PSM Makassar.

Kehebatannya dalam bermain sebagai bek kiri, ia menjadi salah satu pemain Indonesia yang cukup lama membela timnas selama 9 tahun dalam kurun waktu 1990 – 1999.

Tidak hanya di Timnas, Aji juga berprestasi di klubnya. Ia tercatat sebagai pemain yang berhasil mempersembahkan gelar juara liga sebanyak tiga kali, yakni untuk Arema (1992/1993), Persebaya Surabaya (1997/1998), dan PSM Makasar (1999/2000).

Setelah malang melintang sebagai pemain sepakbola, Aji memutuskan pensiun  bermain bola saat di Arema Malang musim 2002-2004. Ia gantung sepatu pada usia 34 tahun.

Setelah pensiun ia memilih untuk menjadi pelatih sepakbola. Karier kepelatihan Aji dimulai sebagai pelatih di SSB Arema. Selanjutnya, ia melatih Akademi Arema, Timnas U-17, PON Jatim, Persik Kediri, Persebaya Surabaya, Persisam Putra Samarinda, dan Persela Lamomgan.

Pada akhir tahun 2010, nama Aji masuk radar PSSI untuk menangani Tim Nasional Indonesia. Ia pun dipercaya untuk menangani Timnas U-23. Dimulai sebagai asisten hingga menjadi pelatih Timnas U-23 sejak 2014.

Prestasi Aji sebagai pelatih Timnas bisa dibilang belum segemilang saat ia menjadi pemain membela tanah air. Ketika menjadi Asisten Pelatih timnas U-23  hanya meraih perak Sea Games Myanmar 2013.

Dari Timnas, Aji Santoso mencoba menyelamatkan Persela Lamongan dari keterpurukan di dasar klasemen. Tak lama di Persela, pada kwartal pertama tahun 2016, Aji sepakat menangani tim ‘Singo Edan’ alias Arema FC. Ia memulai dengan prestasi. Mengalahkan Pusamania Borneo FC dengan skor telak 5-1 di final mengantarkan Arema FC juara Piala Presiden 2017.

Setelah gagal membawa Arema ke papan atas klasemen putaran pertama Liga 1 2017, Aji mengundurkan diri dari kursi pelatih Arema. Tak lama berselang Aji kembali melatih Persela Lamongan setelah pelatih sebelumnya Heri Kiswanto mengundurkan diri sebagai pelatih Persela Lamongan yang sebelumnya kalah lima kali secara beruntun, dan berhasil membawa Laskar Jaka Tingkir bertahan di Liga 1 dengan menempati peringkat  14 pada Liga 1 2017, dan naik 1 strip dimusim berikutnya dengan menempati peringkat 13 di Liga 1 2018.

KARIER SEBAGAI PEMAIN

Argo Manunggal Sawunggaling (AMS) Malang,1986-1987
Gajayana Malang, 1987
Persema Jr, 1987
Arema Malang, 1987-1995
Persebaya Surabaya,    1995-1999
PSM Makassar, 1999-2000
Timnas Indonesia, 1990-1999
Persema Malang, 2001
Arema Malang, 2002-2004

KARIR SEBAGAI PELATIH

Persiko Kota Baru 2006
Pra PON Jatim 2006
PON Jatim 2008
POM ASEAN 2008
Persik Kediri 2009
Persebaya Surabaya 2009
Persisam Putra Samarinda 2009-2010
Persebaya Surabaya 2010
Timnas U-23, Asisten Pelatih, 2011
Timnas U-23 2013-2015
Persela Lamongan, 2016
Arema FC 2016- 2017
Persela Lamongan 2017- 2019
PSIM Jogja 2019- …….

Kali ini Aji memutuskan berperan sebagai caretaker PSIM setelah mengundurkan diri dari Persela Lamongan di awal Liga 1 musim 2019 ini.

Mampukah coach Aji membawa PSIM Jogja ke Liga 1 musim depan? Optimis dab!

(Yodab.id – WSP)

 Source:

https://krjogja.com/web/news/read/104600/Aji_Santoso_Resmi_Pelatih_PSIM
https://www.viva.co.id/siapa/read/393-aji-santoso