Kasanah persepakbolaan Yogyakarta sejak awal kompetisi 2019/2020 sedang mengalami euforia yang tinggi. Berbagai bentuk dukungan ditunjukan oleh beberapa wadah suporter di Yogyakarta, salah satunya dengan pemasangan bendera tim kebanggaan. Beberapa bendera tim kebanggaan dikibarkan disetiap sudut ruang publik Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan dari aktivitas ini adalah bentuk dukungan secara nyata kepada tim kebanggan untuk mengangkat moral pemain yang ada. Namun, seiring berjalannya waktu terjadi polemik maupun kritik atas kegiatan tersebut, salah satunya menyangkut estetika ruang publik dengan pemasangan bendera yang dapat mengganggu maupun mengurangi keindangan ruang publik.

Ruang publik sendiri dalam konteks spesial adalah tempat dimana setiap orang mempunyai hak untuk bebas mengakses tanpa harus membayar. Ruang publik berkaitan dengan semua bagian-bagian dari lingkungan alam dan binaan dimana masyarakat memiliki akses gratis. Ruang publik ada di sekitar kita dan menjadi bagian penting yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di perkotaan seperti jalan-jalan yang dilewati, alun-alun dan taman kota, tempat komunitas-komunitas berinteraksi maupun berolahraga, serta street furnituredisepanjang jalan atau sebutan bagi perabotan jalan/aksesoris jalan, dimana perletakannya selalu di sepanjang jalan raya yang fungsinya sebagai fasilitas pendukung aktivitas masyarakat di jalan raya.

Dari aktivitas pemasangan bendera tim kebanggaan di setiap sudut DIY menjadi perhatian khusus beberapa masyarakat dan instansi publik. Mulai dari PLN yang telah mengeluarkan surat himbauan agar pemasangan bendera tidak mengganggu fasilitas milik PLN maupun masyarakat yang beranggapan bahwa pemasangan bendera telah mengganggu estetika ruang publik. Memang ada beberapa pemasangan bendera di tempat yang tidak semestinya, mulai dari tiang listrik yang dapat mengganggu jaringan listrik ataupun keselamatan saat memasang, baliho atau reklame yang ketika memasang jauh dari safety, maupun pemsangan bendera yang tidak tertata sehingga mengganggu estetika ruang publik. Namun perlu diingat, kegiatan tersebut telah berjalan beberapa dekade, sebagai bentuk dukungan moril terhadap tim kebanggaan. Secara umum juga terdapat beberapa aktivitas masyarakat yang mengganggu ruang publik, seperti jualan di trotoar jalan, lahan parkir di trotoar jalan, pemasangan pamflet secara ilegal di ruang publik bahkan pemasangan banner ilegal di tempat yang tidak semestinya. Dilihat dari contoh beberapa kasus berikut harusnya juga ada gerakan maupun kritik terhadap aktivitas tersebut yang lingkupnya lebih luas pengaruhnya.

Dengan adanya beberapa komplain atau kritik, sewajarnya bisa menjadi pertimbangan untuk melakukan evaluasi pemasangan bendera di setiap sudut DIY. Karena gerakan ini merupakan gerakan positif yang dicanangkan pecinta sepakbola Yogyakarta. Pro kontra merupakan hal yang wajar, dengan mau mendengarkan kritik diharapkan akan menjadi lebih baik dan tetap menumbuhkan semangat mendukung tim kebanggaan.


Kiriman Pembaca – SBR

Foto: Brajamusti Pathuk Squad