Setelah ada keputusan resmi bahwa stadion Mandala Krida akan di renovasi pada pertengahan tahun 2013, PSIM mencari stadion Alternatif menjelang perhelatan ISC tahun 2016. Sempat menunggu lama kabar dari manajemen mengenai kepastian homebase, tim berjuluk laskar Mataram ini akhirnya memantapkan langkah untuk berkandang di stadion Sultan Agung atas ijin dari Bupati dan persetujuan serta kepercayaan dari Masyarakat Bantul.

Keputusan tersebut membuat Persiba sebagai tuan rumah harus rela berbagi tempat dengan PSIM. Peminjaman homebase ini sebenarnya bukan hal yang baru di Yogyakarta, bahkan Mandala Krida pernah digunakan menjadi kandang bagi PS Sleman pada tahun 2004 dan Persiba pada tahun 2001. Salah satu sisi positif dibalik peminjaman tempat tersebut, Suporter PSIM sendiri dapat berdampingan kembali dengan suporter Persiba, hubungan kedua suporter fanatik antara Brajamusti – Maident dengan Paserbumi – CNF semakin bersahabat. Tidak hanya itu, pendukung PSIM yang berbasis di kota bisa “belajar” untuk merasakan pengorbanan teman-teman dari daerah kabupaten, khususnya Bantul, dalam mendukung kebanggaan dengan jarak yang terbilang cukup jauh.

Stadion Sultan Agung terbukti sangat bersahabat dengan PSIM maupun suporternya. Suasana kondusif suporter Laskar Mataram dengan masyarakat Bantul, serta performa PSIM sebagai tim yang tidak pernah terkalahkan (dan terhenti di musim ini) selama berkandang di SSA menjadi saksi bahwa Bantul tidak pernah mengecewakan.

Tahun 2019 ini Mandala Krida sudah selesai pengerjaannya. Jadi atau tidak jadi, PSIM dipastikan akan pamit dan meninggalkan SSA kembali menuju rumahnya, Stadion Mandala Krida. Sultan Agung telah menjadi rumah kedua bagi pandemen PSIM. Datang dengan baik baik meninggalkan pun dengan cara baik baik. Terimakasih SSA, terimakasih Bantul, Sampai berjumpa lagi dilain waktu.

Yodab.id – WSP