Kerumunan suporter beratribut khas warna biru berbondong memasuki pintu stadion diatas tanah berumput, sorot cahaya harapan dari 4 sisi menara, genggaman erat tangan di pagar tribun yang mudah goyah dan berkarat. Suara ‘lantunan doa’ untuk kebanggaan dibawah skor tribun timur, suasana tempat yang bisa dirasakan saat kita bersama datang dan men-support tim Laskar Mataram. Ya, Mandala Krida yang selama 3 dekade lebih telah menjadi homebase PSIM Yogyakarta.
Stadion yang berdiri tahun 1976 ini sudah melekat dengan PSIM dan suporternya. Tempat dimana talenta pesepakbola muda dari penjuru Yogyakarta menunjukan bakatnya. Setelah berbenah selama 5 tahun, sejak 2013, Mandala Krida dipastikan siap memberikan suasana baru kepada para punggawa dan pendukung PSIM Jogja.
Stadion Mandala Krida nantinya akan menjadi stadion bertaraf internasional. Stadion yang dulunya hanya mampu menampung 15.000 penonton, kali ini dengan wajah yang baru, Mandala Krida mampu menampung 30.000 penonton, dengan asumsi 10.000 penonton di tribun barat dan timur, serta 7.500 penonton di sisi selatan dan utara. Renovasi stadion Mandala Krida membutuhkan biaya yang tidak sedikit, yaitu 143,3 miliar rupiah, dan direncanakan sudah dapat digunakan pada perhelatan liga 2 tahun 2019, tepatnya saat menghadapi Martapura FC 8 Agustus 2019 mendatang. Dengan biaya yang cukup mahal dan waktu yang cukup lama untuk berbenah, sudah tentu para pecinta sepakbola di Yogyakarta harus bisa merawat dan menjaga stadion kebanggaan warga Yogyakarta ini dengan sebaik-baiknya setelah jadi nanti.
Football is Coming Home, Lads!

Yodab.id