Mataram is Blue berbalas dengan Mataram is Red. Lebih dari pertarungan jargon di sosial media, tak mau kalah dengan aksi Birukan DIY oleh supporter LASKAR MATARAM, pandemen Persis menggaungkan merahkan Surakarata. Dua hal tersebut hanyalah contoh kecil dari persaingan dua tim sepakbola pendiri PSSI, PSIM Yogyakarta dan Persis Solo. Pertaruangan semakin terlihat memanas, jelang laga klasik antara dua tim tersebut pada tanggal 16 Agustus 2019. Derbi MATARAM, demikian sebagian orang sering mendefinisikan laga klasik ini.

Derbi: Pertarungan se-daerah atau rivalitas?

Namun, sebelum lebih jauh, ada baik nya jika kita kembali pada istilah Derbi. Bermula dari perlombaan kuda di Inggris pada abad 18, istilah derby kemudian berkembang pada cabang olahraga lain. Pertarungan antara dua tim dari satu wilayah sama yaitu Liverpool dan Everton pada tahun 1914 menjadi penanda awal derbi pada ranah pertandingan Sepakbola. Dengan demikian, istilah derbi merujuk pada pertarungan antara dua tim pada suatu wilayah yang sama, “a game between local sports teams”, menurut kamus merriam-webster.

Perkembangan sepakbola semakin meluas. Istilah derbi kemudian berkembang bukan saja pada pertarungan antara dua tim se-daerah, namun juga pada pertandingan yang memiliiki tensi rivalitas tinggi. Pertanyaannya kemudian adalah apakah kita bisa mengatakan bahwa pertandingan antara dua tim yang memiliki sejarah rivalitas merupakan derbi? Misal Laga El-Clasico, antara FC Barcelona dan Real Madrid, sebagian orang mendifinisikan laga tersebut sebagai derbi. Namun penyebutan pertandingan tersebut bukan Derby Espana maupun Derbi Spanyol, mereka menyebut sebagai El-Clasico, Laga Klasik.

(Derbi) Mataram, Layakkah?

Kembali pada pembahasan awal tulisan ini. Laga antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo sering disebut sebagai Derbi Mataram. Merujuk pada pengertian derbi, meskipun definisi se-daerah menjadi samar, apakah layak menyebut pertarungan antara PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo sebagai derbi? Bukankah PSIM dan Persis berasal dari dua daerah yang berbeda? Persis adalah tim dari kota Surakarta yang sejak tahun 1950 menjadi bagian dari Provinsi Jawa Tengah. Sedangkan PSIM adalah tim yang memiliki basis dukungan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan notabene adalah Provinsi dengan status khusus yang merupakan wilayah dari Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Lalu, bagaimana dengan rivalitas historis antara dua wilayah tersebut? Apakah bisa menjadi basis klaim untuk menyebut Laga Klasik pendiri PSSI ini sebagai derbi Mataram? Untuk melacak, tentunya kita harus membaca ulang, bukan saja persaingan antara dua tim tersebut, tetapi juga menilik kembali apa yang disebut sebagai MATARAM yang disematkan pada pertarungan ini.

Yodab.id – arda

(bersambung – “Jogja-Solo; Serupa Namun Tak Sama”)