Mencari Aji-ajian Laskar Mataram
Dhanu Subrata gagal menghalau bola, Ia masuk menggantikan Riskal Susanto. Witan Sulaiman berhasil menggiring bola di sisi kanan pertahanan Madura FC kemudian bola itu diteruskan ke Cristian Gonzalez. Gerakan kecil Gonzalez mendorong bola ke gawang mengelinding indah. Gol kedua ditorehkan oleh Papito sore itu.
Rapat begitulah skema yang diterapkan oleh Agus Yuwono, pelatih Madura FC. Pada babak pertama PSIM rajin mengurung pertahanan Madura FC. PSIM kerap membongkar dari sisi kanan melalui Saiful Indra Cahya dan Witan Sulaiman yang ditopang Nugroho namun sering mengalami kebuntuan.
Aldeir Makatidu yang didapuk sebagai penyerang tunggal kerap kalah duel dengan barisan pertahanan Madura FC. Peluang penting tercipta ketika wasit menunjuk titik putih untuk PSIM setelah pemain Madura FC melakukan hands ball. Sayang sepakan Aditya Putra Dewa masih mampu dihalau oleh kiper kawakan Usman Pribadi.
Bisa dikatakan tiada peluang berarti selama babak pertama. Dua sepakan Raymond dari dalam kotak penalti masih terlalu lemah. Sebenarnya jaraknya cukup ideal yang hanya sekitar tiga meter dari mulut gawang. Madura FC menggunakan skema counter attack memiliki beberapa peluang antara lain gerakan “Eeng” Supriyadi yang berhasil mengelabuhi Hisyam Tolle. Sepakan dari luar kotak penalti oleh Fahri Muslim cukup mengancam gawang PSIM yang dijaga oleh Ivan Febrianto.
Usai turun minum, PSIM kembali memegang kendali permainan. Tekanan ke pertahanan Madura FC terus dilakukan. Sebuah kemelut di depan gawang Madura FC berhasil dicetak oleh Gonzalez lewat sundulan kepala. Ia merayakan dengan berlari kea rah tribun sebelah utara.
Rasanya magis sore itu, Gonzalez benar-benar hadir sebagai pemain yang tepat. Ia memecah kebuntuan tim PSIM. Hujatan dan kekecewaan tidak henti-hentinya diserukan oleh para suporter. PSIM tidak kunjung menemukan bentuk permainannya. Begitu gol tercipta, semua berlari ke depan mendekati pagar tribun. Tidak ada kata lain selain, “Ayo” seraya melambaikan ke pemain PSIM.
Perolehan tiga poin ini sangat berharga untuk menjaga peluang Laskar Mataram untuk nangkring di posisi 4 Besar klasemen Wilayah Timur. Persik Kediri dan Persis Solo juga memperoleh poin penuh dari lawan-lawannya. Tidak ada pilihan lain selain mengamankan poin baik kandang dan ketika tandang ke Papua dan Kalimantan. Semua elemen di PSIM baik manajemen dan suporter tengah memutar otak mencari cara untuk memuluskan langkah PSIM ke babak selanjutnya. Lalu, aji-ajian apa lagi yang cocok untuk Laskar Mataram?

[DM]

Foto: PSIMJOGJA OFFICIAL